Perangkap Polisi untuk motor di Gatot Subroto

Tadi pagi jam 8.25 (14 Maret 2007), ane melintas di Gatot Subroto. Tepat di depan menara mulia, ane liat, motor2 yang melintas di jalur sebelah kanan, dimana ada pembatas tol/bukan tol diberhentikan.

ANEHNYA, polisi berjaga +_ 100 meter setelah para biker masuk ke jalur tersebut
Bukan berjaga DI PINTU MASUK JALUR. (Lihat foto)

Polisi Pasang Perangkap

Bagaimana Opini bro2 sekalian?
Apakah tujuan Polisi2 di gambar ini?

Polisi tidak melakukan fungsi edukasi dengan TIDAK BERJAGA di pintu masuk
jalur. Tapi memasang perangkap dengan berjaga DI DALAM jalur.
Dengan dalih larangan masuk jalur kanan pembatas tol/bukan tol sudah
disosialisasikan.

Apa karena tanggal tua, sehingga Polisi2 bergaji kecil tersebut mencari
penghasilan sampingan. Dengan “MEMBANTU” biker yang terjebak….

CONFIDENCE IN BROTHERHOOD

Benny The Great

Black Pulsar Rider

B 6596 UZI

bajaj_pulsar_indonesia [et] yahoogroups.com

27 Tanggapan ke “Perangkap Polisi untuk motor di Gatot Subroto”


  1. 1 mirko ono April 9, 2007 pukul 10:17 pm

    emang brengsek tuh polisi.
    gw salah satu korbanya nih….,dijebak abis itu di aniaya, dimintaiin duit pula lagi..T_T.

  2. 2 wisnuwardhana Mei 3, 2007 pukul 7:55 pm

    yah namanya aja aparat mas , mesti juga kep***t….

  3. 4 segapecel Juni 4, 2007 pukul 2:42 pm

    Tugas polisi yang utama adalah pencegahan (Psl. 19 (2) UU No. 28/1997). Sehingga tidak dibenarkan polisi membiarkan pengemudi melakukan percobaan pelanggaran. Bila polisi mengetahui secara jelas ada pengemudi yang berupaya melanggar, polisi mempunyai kewajiban untuk memberitahukannya agar tidak melakukan pelanggaran. Percobaan pelanggaran tidak dapat didenda (Psl. 54 KUHP). Dalam suatu kasus, ada polisi membiarkan pelanggaran itu terjadi, baru bertindak agar pengemudi dapat didenda. Bila ini terjadi, anda dapat berdalih mengapa setelah mengetahui akan adanya pelanggaran polisi tidak mencegah. Di sini polisi dapat dipersalahkan tidak melakukan tugas utamanya dan tidak mempunyai itikad baik terhadap pengemudi.

    http://www.transparansi.or.id/kajian/kajian3_lalin.html

  4. 5 wargabanten Juni 21, 2007 pukul 1:03 am

    Perangkap Polisi untuk motor di Gatot Subroto – Ini juga salah satu tugas polisi – PENCEGAHAN… (mencegah untuk tidak memberikan UPETI)…. kabuuuuuurrr kena tilang..!

  5. 6 rd Limosin Juli 16, 2007 pukul 12:46 am

    selamat deh atas adanya blog ini. Mari makin bebas bicara fakta

  6. 7 annots Juli 24, 2007 pukul 3:38 pm

    Ga di kota besar atau kota kecil ternyata emang Polisi mitra masyrakat dalam hal ngabisin dompet rakyat kecil. Gpp kan kalo kadang saya sebut mereka (maaf) “Preman Berseragam”

    Salam,

  7. 8 rivafauziah September 21, 2007 pukul 9:55 pm

    Datang Bertamu, Salam Kenal

    Rivafauziah|Blog Cianjur

  8. 9 adipoerwo September 27, 2007 pukul 1:44 pm

    makanya jgn cengeng. kl sdh tau dilarang masuk ya jgn masuk. makanya indonesia ga maju maju ya karena msykt kebanyakan tdk sadar hukum cuma bisa menyalahkan alias IQ jongkok.

  9. 10 firdaus arifin Desember 22, 2007 pukul 12:05 am

    haloo mas salam kenal aja ya dari saya rakyat REPUBLIK PUNGLI INDONESIA…..

  10. 12 abiehakim Februari 20, 2008 pukul 12:41 pm

    Yah inilah kenyataannya, bahkan temen yang hanya kecil kesalahannya ( nginjak garis putih ) pas diminta nunjukin sim & stnk ( harapannya sih gak ada salah satunya ) akhirnya dengan jelas2 minta uang kopi. Pak ustadz yang habis ngisi pengajian juga diminta gara2 gak pake helm, pas diminta uang kembalian sama ustadz apa jawab Polisi :..” emangnya warung pak Ustadz…minta kembalian”…abis itu kabur deh

  11. 13 POLeRI April 20, 2008 pukul 2:13 pm

    Hukum dan Masyarakat kita masih “setali tiga uang”, Masyarakat kita juga patuhnya kalau ada aparat saja kan??

    Jadi, sudahkah kita “bercermin”??

    Salam,
    Ganyang KKN!

  12. 14 eftianto Juli 7, 2008 pukul 5:20 pm

    Hehehe… kalo liat kejadian gini emang musti menutup mata. Sakit rasanya hanya bisa membiarkan kejadian yang semua dari kita faham bahwa itu adalah kegiatan dosa. Tapi kita gak bisa apa-apa.

    Damn, tinggal di Indonesia, nggak ngapa-ngapain aja sudah dosa (karena terpaksa membiarkan kejadian-kejadian dosa dan tidak bisa berkutik untuk melawan). Simak pembahasan saya tentang hal ini di http://eftianto.wordpress.com/2008/06/22/100-orang-orang-yang-harus-kita-kasihani/

    http://www.eftianto.co.cc

  13. 15 afwan auliyar Agustus 5, 2008 pukul 7:24 pm

    wah…memang sering seperti itu
    jangankan di luar, didalem pun juga gitu :D

  14. 16 sri_poetra Oktober 3, 2008 pukul 3:11 pm

    diindonesia hal2 kaye gitu tuch dah ga aneh lagi bro…!!
    wajar aje ye N ente mesti ngemaklum KARENA EH KARENA kate tetangge ane mereka pengen jadi kaye gitu tuch NYOGOKNYE PULUHAN JUTE gitu bro..jadi wajar aja dech mereka kan ga pada punya otak..!!
    APARAT KEPARAT….!!!!

  15. 17 janue April 26, 2009 pukul 5:41 pm

    sebenarnya kalo kita warga yang baik, nggak perlu sampe kena tilang kan?atau tindak pidana yang lain lah…perlu diketahui bahwa petugas yang hadir adalah alat negara yang dipekekerjagaan untuk menjaga keadaan supaya kondusif, contoh…tilang sebenarnya adalh wujud dari pencegahan dari laka lantas, kalo pengendara/pengemudi ugal2an gak ditilang/gak diberikan atensi, bisa2didepan nabrak orang…yah kalo selamet kalo nggak, palingan lalu lintas yang ngangkat mayat2,, identifikasi, olah tkp. emang bisa lu pade ngurusin gituan… jangan anggap semua petugas seperti itu, sebab merekalah yang selalu hadir ditengah2 kita untuk menjaga kita. coba aja kalo keluarga dibunuh, diperkosa, kemalingan, atau tindak pidana yang lain. mau lapor kemana lu pada?hansip?kodim?satpam?saya sadar tugas mereka gak gampang karena tetangga saya seorang polisi yang bersahaja, dan baik, selalu membantu…
    ok guys intinya tugas mereka buat kita juga, jangan pada diributin dah mending ngurus yang lain aja kan ada banyak yang lebih penting….

  16. 20 Aslim Juli 1, 2009 pukul 11:51 am

    seharusnya para pengendara harus lebih hati hati lagi dijalan

  17. 21 AnGgOrO Agustus 3, 2009 pukul 5:38 pm

    emang kebanyakan orang pengen jadi polisi cuma ingin kekayaan n perempuan makanya mreka pantesnya masuk neraka jahanam, polisi emang da*c*k bisanya ngrampok duit orang miskin yang susah payah dicari pake keringat demi anak istrinya eh malah di rampok di tengah jalan oleh keparat-keparat jalanan yang pke sragam, udah jelek di mata masyarakat mreka juga jelek di mata tuhan, gw jg pnya pnglaman buruk tntng plisi, kmaren pas gw jln2 tiba2 ada oprasi n gw lupa gk bwa sim kbetulan rmh gw cma 700m dri tmpat tersebut dengan alsan lupa dan akan mngambilnya dirumah karena dekat, eh polisinya nyolot n blang slah sndiri lupa, gw bls jwb emang manusia gak bs lupa ya pak??
    dengan wjah jutek plisi tersebut lngsung aja nulis surat tilang, huh dsar polisi gw doain cpet mampus n mampusnya ditabrak truk ampek tubuhnya tercecer di jlanan, aminnn…

    • 22 PRIYAT Desember 6, 2010 pukul 1:55 pm

      udah tahu kewajiban mengendarai motor harus bawa sim,kalo ga bawa sim atau identitas lalu ketabrak truk ampek tubuhnya tercecer di jalan polisi juga yg repot betul tidak

      • 23 PRIYAT Januari 15, 2011 pukul 11:21 am

        makanya jadi orang harus sadar hukum kalo tidak mau di hukum,dan janganlah kau melanggar hukum,dan bercerminlah,dan lihatlah bayanganmu ,sudah benarkah bayanganmu, kalau bayanganmu sudah benar tinggal pikirkan sudah benarkah dirimu

  18. 24 abenk Oktober 8, 2010 pukul 10:26 am

    haaha…nice post….salam kenal….

  19. 25 NN September 8, 2011 pukul 11:45 am

    opini aj nih
    kmaren ane di tilang polisi alasnnya lampu nya ga nyala terang ( motor suprafit 2008),..weh padahal dach nyala,..masih di bilang redup,..trs di tilang ( surat + kelengapan motor Komplet),..sempet debat karena pengendara lain yg sliweran dg lampu yg mati pun ga di berentiin,….SENEB…
    tadi nya, polisi nya ragu mau tulis nilang,..( sambil berbisik nanya) giman mas,..di tilang atau gimana,….trs sy tanya sidang nya di mana dan denda nya di mana..
    setelah di kasih tau,..sy bilang ya TILANG aja mas…duit nya masuk kas negara….ini kok
    sambil BETE tuh polisi nulis…

    nih aku nunggu 5 hari lg nebus SIM yg di sita…

  20. 26 firman Februari 1, 2012 pukul 9:34 pm

    Masyarakat kalau mendengar nama polisi uda gemeteran,,apalagi ada masalah dengan pihak polisi sebuah contoh kecil yang sudah fenomena di dunia ini,di saat masyarakat terkena rasia kendaraan bermotor roda 2 maupun roda 4 apabila si pengngedara lupa tak membawa surat perlengkapa STNK DAN SIM,Kendaraannya,,masyarakat sudah takut dan bingun sekali,karna polisi sendiri tugas fungsionalnya menang kalah nyerek,disaat kita gak punyak uang pasti polisi mengngeluarkan buku inting2 surat tilang,kalau kita punyak duit ya pasti menang saya karna saya orang berduit ye,kasih tu duit polisi nya pasti mau aku jamin100%karna polisi gendut2 gak ada yang kurus,yang kurus masih belum tau cari uang,,,,,,,,,,, ?


  1. 1 Serdadu Bunuh Rakyat Kecil = Demokrasi Bunuh Komunis « Parking Area Lacak balik pada Juni 6, 2007 pukul 9:42 pm

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Kirimkan Cerita Anda!

Silahkan berbagi cerita dan pengalaman tentang segala bentuk pungutan liar. Baik sebagai korban maupun pelakunya :)
Boleh berupa cerita, reportase, foto atau video. kirim ke:
pungutan.liar@gmail.com

a

Peti Es


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.