Perangkap Polisi untuk motor di Gatot Subroto

Tadi pagi jam 8.25 (14 Maret 2007), ane melintas di Gatot Subroto. Tepat di depan menara mulia, ane liat, motor2 yang melintas di jalur sebelah kanan, dimana ada pembatas tol/bukan tol diberhentikan.

ANEHNYA, polisi berjaga +_ 100 meter setelah para biker masuk ke jalur tersebut
Bukan berjaga DI PINTU MASUK JALUR. (Lihat foto)

Polisi Pasang Perangkap

Bagaimana Opini bro2 sekalian?
Apakah tujuan Polisi2 di gambar ini?

Polisi tidak melakukan fungsi edukasi dengan TIDAK BERJAGA di pintu masuk
jalur. Tapi memasang perangkap dengan berjaga DI DALAM jalur.
Dengan dalih larangan masuk jalur kanan pembatas tol/bukan tol sudah
disosialisasikan.

Apa karena tanggal tua, sehingga Polisi2 bergaji kecil tersebut mencari
penghasilan sampingan. Dengan “MEMBANTU” biker yang terjebak….

CONFIDENCE IN BROTHERHOOD

Benny The Great

Black Pulsar Rider

B 6596 UZI

bajaj_pulsar_indonesia [et] yahoogroups.com

Kena Tilang

Hati-hatilah bila anda lewat depan terminal Baranangsiang Bogor, terutama bila plat  motor anda bukan F. Salah sedikit saja maka anda akan terjebak dalam keadaan seperti ini:

nawar.jpg

Saya lihat Pak Polisinya terlihat begitu semangat menulis-nulis. Kira-kira akhirnya akan ke pengadilan atau damai di tempat ya?

Btw, kok blom ada yang kirim gambar atau cerita pungli in action ya? Gimana nih? Emang ga ada yang ngalamin ya?

Tips Untuk Anda Yang Kena Tilang

Kalo sedang ditilang di jalan oleh polisi apapun, jangan sekali2 damai atau ngasi duit, bilang tilang aja langsung. hasilnya tuh polisi pasti kesel karena gak dapet duit, kedua, ngurusnya gampang kok, dan dendanya resmi….

Tips nya :

  1. Kalo anda ditilang di jalan sebenernya ada dua pilihan (saya juga baru tahu), form biru dan form merah.
  2. Form biru adalah kalo anda terima kesalahan anda (artinya anda gak perlu berdebat ama hakim). Dgn form ini anda bayar dendanya di BRI yg ditunjuk, abis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM ato STNK yg disita ke kantor Ditlantas POLDA Metro di Pancoran, gedung baru, sebelum Gelael arah Cawang. Disini ada ruang khusus loket Tilang, ruang tunggu nyaman ber-AC, dengan hiburan Satellite TV.
  3. Form merah artinya anda gak terima kesalahan anda, dan dikasih kesempatan untuk berdebat ato minta keringanan ama hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 hari dari tanggal kejadian, tergantung hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan. Contoh temen saya ditilang di Kuningan, berarti sidang di PN Jaksel, jl ampera, disini sidang tilang setiap selasa.

    Nah oleh polisi, barang sitaan (SIM or STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas pancoran itu sampai dengan H-1 tanggal sidang. Jadi selama masih di pancoran SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yg gue sebutin tadi, serahin form merah, bayar dendanya, SIM/STNK balik dengan sukses.

  4. H-1 tgl sidang dan seterusnya, SIM/STNK udah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi kudu ditebus di PN masing2
  5. Kalo pengen hadir sidang, dateng sesuai tanggal sidang yang tertera di surat Tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini gak di saranin. Kenapa ? karena antreannya luar biasa banyak, kita gak punya kesempatan bertemu hakim, karena sebenarnya sidangnya IN ABSENTIA, dan banyak banget CALO yg nawarin bantuan. Mending enggak deh
  6. Lebih baik cuekin aja tanggal sidang, ambil SIM/STNK terserah anda di hari lain, hindari hari sidang tilang biar gak rame, terus langsung tuju Loket khusus Tilang yang ada di masing2 PN. Tunjukin form merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK udah di tangan anda dengan bayar denda resmi. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, biar gak dilebih2in ama petugasnya. Contoh nih, saya tahu denda masuk jalur cepat (saya naik motor) Rp.15000, petugasnya bilang Rp.25600, dikasi angka 600 seolah2 itu perhitungan rumus2 njelimet, padahal akal2an aja biar ada yg masuk kantong dia. Saya kasi uang bulet 15.000 dia diem aja kok..hehe
  7. Udah ngerti kan. jadi intinya : jangan sekali2 damai ama polisi di jalanan, tilang mah tilang aja, pilih prosedur sesuai tips diatas, gak usah sidang kalo gak pengen bete, cuekin calo2 yg nawarin bantuan, bayar denda sesuai tarif resmi. Semua ini demi INDONESIA yg bersih dan berwibawa gemah ripah loh jinawi…hehehehe

Silakan disebar ke temen2, biar gak ada yg diperas ama polisi, calo dll. Merdeka !!

*******
Tips diatas saya temukan berkat petunjuk luthfi dari blognya Charles dan Papabonbon.
Fyi Papabonbon punya cerita yang lebih lengkap.
Catatan: Saat anda membaca ini, angka-angka diatas mungkin tidak valid lagi dan bisa berbeda antar daerah (tergantung tingkat keserakahan aparat), pastikan anda memeriksa tarif resminya.

Prestasi Korupsi Lembaga Kesehatan

Siapkan mental dan hati sebelum membaca posting ini … jika di tengah kalimat, terasa mau marah atau jengkel, mohon segera tutup blog, tarik napas panjang, keluarkan pelan-pelan, minum segelas air putih … lalu tidur …

Kaltim Post edisi minggu, 17 Desember 2006 kolom halte halaman utama memuat cuplikan hasil survei Transparancy International Indonesia (TII) menyambut hari Antikorupsi 10/12/2006 pekan lalu. Hasil survei tidak mengejutkan ketika menempatkan lembaga kesehatan berada di jajaran 10 besar lembaga terkorup. Tulisan Leak Koestiya di headline menggelitik hati saya, terutama rasa keterkejutan beliau di halaman berikutnya yang berisi teks sebagai berikut:

… Tapi, cobalah sejenak kita renungkan. Lembaga kesehatan juga masuk daftar peringkat sepuluh besar lembaga terkorup. ohoi, kadal diabet biawak cluthak! …. lalu mari simak sambungannya … mengorupsi alat-alat medis, me-mark up biaya perawatan, atau mencuri perban, pasti bakal membuat rasa sakit para pasien semakin tak tertahan….

Teks di atas menstimulir syaraf sensorik dan motorik lalu bersinergi membuat saya terpingkal, karena … TIDAK SALAH …. terlepas darimana dan seberapa akurasi TII … yaaaahhhhh emang betul adanya … walaupun tidak semua, “prestasi” tersebut sungguh memalukan segenap jajaran kesehatan dan mungkin yang dimaksud TII mulai dari depkes hingga pustu, rs termasuk under bow-nya.
Mengapa begitu yakin? … sebagai warga internal lembaga kesehatan, tentu hapal dong lika-liku rumah keluarga sendiri.

Sebagai contoh:
Saat-saat sekarangpun mungkin saja beberapa Dinas Kesehatan entah tingkat berapa, super sibuk menyelesaikan spj-nya. Seperti posting-posting sebelumnya, kebanyakan “project oriented”, bahkan ada yang sampai gegeran rebutan “jajan anggaran”.
Seorang teman mengeluh karena diberi tumpukan pekerjaan spj dengan pesan harus segera selesai.

Guyonan yang tak kalah populernya adalah ketika Depkes “berkolaborasi” dengan PT Askes “menjual warga miskin” sebagai lahan hijau.

Maret hingga April 2006 digelar milis terbuka untuk masukan. Dus … itu kan cuman dagelan, wong sejatinya keputusan sudah final, mungkin biar nampak demokratis dan menyerap aspirasi. Padahal isi milis kebanyakan sumpah serapah dan kata pedas dari para dokter sepuh sampai yang muda. Sayapun sempat nulis 3 kali pada tanggal 1 April … sayangnya tak lama kemudian, milis tutup … dan keputusan berjalan hingga kini … dan ditiru di beberapa tingkat II termasuk kota saya, Samarinda. Alangkah lucunya kala meneriakkan “pelayanan prima” nun di saat bersamaan masih senang main-main.
Contoh lain ketika Juni lalu diajak sohib lihat-lihat alkes di Surabaya … direksinya cerita bahwa kalau jajaran kesehatan belanja alkes seharga 500 juta, paling sedikit minta ditulis 800 juta … ladalah …

Yang beginian ini terasa dekat namun sulit dibuktikan.
Lebih mengerikan, hembusan rasan-rasan dari salah satu Litbangkes … ternyata di balik kehormatan intelektual lembaga tersebut … wooow … begitu melimpahnya judul anggaran yang penggunaannya … tau sendirilah.

Jadi, walau memendam malu rasanya lebih bijak bila kita berbesar hati mengakui lalu memperbaikinya. Jelas tidak mudah, karena siapapun yang memulai akan akrab dengan cap “melawan arus” atau sejenisnya …

Ibaratnya sama dengan upaya merubah tatanan tradisi yang sudah mengakar…tetapi bukan tidak mungkin bila sebagian dari kita bahu membahu memperbaikinya, dan tak perlu sakit hati dengan hasil TII, anggap aja sahih.

Seorang teman Kepala Puskesmas di Jember bergurau:” dulu dokter dianggap sosok bak malaikat, kini mungkin tinggal 25%…”, namanya juga guyonan … ngga usah ditanya metode penelitiannya …

Kritik kepada jajaran kesehatan sebenarnya bukan barang baru, cuman masyarakat masih segan mengungkapkan secara terbuka.

Saya percaya, kita bisa merubah menjadi baik …
Semoga

*******
Catatan: Judul dirubah dikit, gpp ya Cak?
Sumber: Cakmoki, tulisan asli ada di sini

Selamat Datang Di PUNGLI.WORDPRESS.COM

Selamat datang di blog khusus pungli!

Blog ini masih dalam proses pembuatan. Gambar header dicomot tanpa ijin dari artikel menilang polisi dengan kamera dalam kodok ngerocknya Hericz.net. Blog ini juga terinspirasi oleh posting itu. Inspirasi yang hampir tenggelam dan terlupakan sampai kami menemukan banner anti pungli buatan Antobilang. Akhirnya berdirilah blog ini sebagai AKSI NYATA untuk mengiringi bannerisasi tersebut.

Tujuan…. dan lain lain sudah dipindah ke halaman ABOUT